Skip to content

Ada Apa FBI Mengajari KPK dan Kepolisian?

Pagi-pagi benar orang-orang sebagsa bangun pagi, minum kopi, merokok, makan kacang, bayar pajak, pergi kencan, pacaran, nonton sinetron dan jalan-jalan di mall dengan satu kepercayaan tunggal: telah ada presiden (bukan pesinden), puluhan menteri, ribuan tentara gagah perkasa, seabrek intel dan ratusan departemen dan lembaga yang bangun dan mimpinya semata memikirkan kehormatan dan kehebatan bangsa, martabat, kemandirian dan air muka tuan-tuan dan nyonya di seluruh negeri.

(Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

SOPA and PIPA; The Most Sophisticated US Political Game!

RUU SOPA-PIPA

RUU SOPA-PIPA

Ada krisis besar lapangan pekerjaan di Amerika belakangan ini. Dan nampaknya mereka menemukan sebuah solusi cerdas atas permasalahan dalam negeri Amerika itu. RUU SOPA-PIPA, sebuah wacana yang tidak lebih dari sekedar move dan riak politik Amerika Serikat untuk memperlihatkan kembali kekuatan dan kedigdayaan hegemoni ekonomi AS atas dunia saat ini.  Sebab dibelahan dunia sana, dan dalam negeri sendiri, bangsa-bangsa tertindas berani melawan arogansi mereka setelah sekian tahun menjadi batu bata bangunan bagi kedigdayaan segelintir pemilik modal dengan mengunakan media sebagai senjatanya. (Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Tentang Ide Nasionalisasi

Sungguh, hari-hari ini akan terdengar kabar merdu bagi jutaan rakyat Indonesia, dan nada dering manis buat nasib ribuan pemilik warung tegal, warung indomie, bubur kacang ijo, warung bakso dan usaha makanan rakyat sebangsanya, mereka akan senasib dengan jutaan warga lainnya, harus mencicil utang pemerintah yang di korup berjamaah.

(Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Political Games

Pada Selasa, 10 Januari 2012, Media Indonesia menurunkan tulisan Editorial berjudul “Yudhoyono kian Redup“. Dalam cuplikan tersebut Media Indonesia menulis;  “Tidak hanya sekali-dua kali Yudhoyono berjanji memerangi korupsi, seperti memberantas korupsi mulai halaman istana dan memimpin sendiri pemberantasan korupsi. Namun, sejauh ini perang itu hanya perang-perangan.”

(Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Plak! . . . Menampar Muka Ketua Kadin

Tetap anteng menjadi penonton yang baik saja tidak cukup!

Plaaaakkkk!

Sayang, tak ada tanda merah di pipinya, tak ada pula bekas tangan-tangan mungil terlukis di jidatnya. . . . (Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

The Year of Living Dangerously; Welcome To The Jungle!

Anda pernah nonton film The Year of Living Dangerously? Sebuah film drama romantik buatan Australia yang menceritakan kisah petualangan seorang wartawan Australia yang ditugaskan meliput situasi di Jakarta/Indonesia pada tahun 1965. (Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Calon Presiden Pilihan Saya!

Notes ini, terinspirasi oleh ledakan gema isu calon presiden harapan Indonesia 2014 (masih jauh). Tanpa ikut latah menyebutkan calon individu dan person, saya hanya memberikan kriteria presiden pilihan saya. Siapapun orangnya nanti.

Karena, ternyata cukup banyak ekses (ekses negatif) dari perseteruan menyoal individu dan person pilihan, terutama di pelbagai perbincangan forum-forum.

Oleh karena itu, saya sebagai warga negara yang bangga dan optimis dengan masa depan Indonesia, maka saya akan memilih seseorang sebagai presiden, orang yang tidak akan mengkhianati amanat yang saya berikan kelak.

(Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Anda Pilih Asap Rokok atau Asap Knalpot?

13250267242012971327Dalam sebuah berita, Presiden SBY pernah menyatakan kalau masalah rokok di Indonesia sudah menjadi epidemik. Epidemik tembakau akut yang sangat mengkhawatirkan. Seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja dan efek psikologis yang luar biasa.

Beberapa berita mengungkapkan kalau di Indonesia, permasalahan rokok menjadi menjadi penyebab kematian. Penelitian demografi konsumsi menunjukkan, epidemik tembakau di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan data dari Menteri Kesehatan, mencatat bahwa kelompok umur pertama kali merasakan rokok pada usia 10-14 tahun dan mengalami peningkatan dari 10 persen menjadi 17,5 persen dan umur 15-19 tahun meningkat dari 33 persen menjadi 43,3 persen. Berita Antara melaporkan. (Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Tentang Natalan

Ada pemandangan tidak lazim hari-hari ini. Banner-banner, reklame menghias dimana-mana dan mall-mall bersolek total. Disana-sini menjelma Boneka Natal berwarna putih berdiri diatas salju sambil tersenyum cerah, pun tak kalah cemara-cemara memutih salju. Semuanya serba dingin salju. . .

Mengapa memperingati Natal, mesti latah? Meniru gaya Eropah dengan menampilkan suasana musim dingin lengkap dengan salju? Bukankah Yesus Kristus lahir di Yerusalem yang secara geografis memang tidak pernah kejatuhan salju?

Mengapa cara dan model peringatannya tidak menyesuaikan dengan kultur, budaya dan karakter ke-Indonesia-an?

Mengapa harus salju? Mengapa bukan sesuatu yang melambangkan universalitas keagamaan? Bukankah lonceng kuning, lilin, cemara, atau bahkan gereja yang dipandang lebih universal dan berdekatan dengan aspek religi yang memperkaya tradisi keagamaan tanpa menghilangkan makna peringatan?

(Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Tragedi Mesuji dan “Blood Diamond”

Anda pernah nonton film Blood Diamond? Mesuji ini kisah serupa: blood palm oil, blood tire. Kisah kerakusan korporasi, ketundukan pemerintah dan ignorance manusia modern. Sebab dari darah yang tumpah dan mengalir  di kebun sawit, singkong dan karet, korporasi jadi kaya, kas pemerintah menggembung dan orang-orang Jakarta dan dunia selebihnya bisa menikmati minyak goreng yang jernih, bisa bermobil mewah dengan ban handal, bisa menikmati gemerlap kasino dan hingar bingar dunia gelap di tengah-tengah sejarah manusia modern abad ini.

(Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Skandal di Mesuji, Siapa Untung?

13 Desember pekan ini, media maintream heboh menurunkan berita soal skandal penyembelihan petani. Iya, soal adegan penyembelihan leher petani Mesuji yang direkam dalam 3 video. Awalnya orang banyak yang tak percaya dan tak mau percaya. Namun, ketika mereka datang menghadap wakil rakyat di Jakarta untuk mengadukan nasib, orang mulai percaya.

(Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Sondang Hutagalung dan Karakter Pergerakan

Sondang Hutagalung bisa dibilang seorang “pejuang” yang aneh. Sebab perlu 48 sebelum identitasnya terungkap. Lalu, apa yang terjadi selama 48 jam itu? Sebelum mati beneran, Sondang berevolusi banyak kali. Awalnya diberitakan yang mati bakar diri depan istana adalah perempuan. Lalu media meralat bilang laki-laki. Awalnya disebutkan usianya 40-an tahun. Lalu diralat jadi 20 tahun. Bahkan Sondang sempat diberitakan sudah meninggal, lalu ‘hidup’ lagi dan akhirnya mati. (Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Menyoal Deal dan Kesepakatan PT Freeport dengan Buruh

Pada Rabu, 14 Desember 2011 koran-koran mainstream tanah air hampir serempak menurunkan berita “gembira”, karena PT Freeport akan segera beroperasi kembali di Timika, Papua setelah terjadi deal dan kesepakatan antara Serikat Pekerja dan Manajemen Freeport. Koran Kompas misalnya menurunkan laporannya berjudul “PKB Freeport Disepakati”, sementara Detik Finance memberi judul “Serikat Pekerja dan Manajemen Freeport Berdamai(Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Duh, Amerika Bangun Tembok “Gaza” di Surabaya

1323820005438073621Bangsa ramah, bisa jadi memang ungkapan ‘bijak’ dan tidak salah jika melekat di jiwa bangsa ini. Selain ramah, bangsa ini juga bangsa santun. Mengapa? Jika laporan berita yang dilaporkan oleh Detik Surabaya adalah benar, maka ungkapan “ramah” dan “santun” begitu dihayati oleh Pemkot Surabaya, khususnya Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Tapi, ramah dan santun itu, sangat kontras dengan sikap terhadap bangsanya sendiri yang dengan gampang dan mudah membongkar tembok-tembok ratapan dan pelindung bagi warga sebangsa. (Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Jangan Anggap Remeh Aksi Sondang Hutagalung

1323726904722873111Hari-hari ini, orang-orang di lingkaran dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih percaya – dan ingin orang banyak percaya – kalau Indonesia kebal dari revolusi ala Timur Tengah. Tak ada alasan untuk cemas, tak ada dalil untuk gelisah. Karenya, orang-orang penting itu selalu sibuk berkampanye kalau rejim Susilo Bambang Yudhoyono telah berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat, memangkas angka-angka kemiskinan meskipun di sudut-sudut kolong jembatan yang pengap, banyak anak-anak sebangsa telah mati karena kelaparan dan ratusan bahkan ribuan terbaring lemas berbalut kulit. (Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Surat Terbuka Pekerja Freeport Buat Presiden Indonesia

Pengurus Unit Kerja Federasi Serikat Pekerja Sektor Kimia dan Energy serta Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT Freeport Indonesia (PUK FSP KEP SPSI PTFI) membuat surat terbuka kepada Presiden Indonesia terkait tuntutan melalui aksi mogok mereka hingga kini. (Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Pilih Mana, Freeport atau Papua Merdeka

Mau percaya atau tidak, suka ataupun benci, tapi itulah kenyataannya. Jakarta boleh mengaku hebat dan “ramah” yang mampu menarik beratus-ratus jenis pajak dari ratusan juta rakyat setiap harinya, tapi soal urusan Freeport dan ribuan buruh yang mogok disana, kehebatan ada di ketiak Amerika dan kebengisan ada dimoncong senapan tentara kita.

(Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Satu Kata, Lawan!

Kalaupun kau tak lagi kuatir akhirat dan tak percaya akhirat,
maka merdekalah di dalam duniamu!

Dua puluh, tiga puluh atau lima puluh tahun lalu dari sebuah kebangkitan, masyarakat kadang baru menyadarinya, masyarakat mulai mengerti apa tujuan di balik kebangkitan itu. Dan kenapa ada sekelompok orang harus bangkit waktu itu.

(Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

“Anak Menteng” akan Berucap Goodbye Freeport

Sumber bilang, 9.000 karyawan ini terdiri dari semua lapisan dan agama, dari karyawan Backoffice sampai operator shovel (mesin skop raksasa) paling rendah. Untuk 2 tahun, mereka mengumpulkan semua data tentang Freeport, berapa produksi emas, perak dan tembaga, berapa biaya, bahkan hingga detil pembelian mur, baut, dan rantai. Mereka lalu mengkompilasi data itu hingga akhirnya mendapati apa yang mereka sebutkan sebagai “data faktual” berapa sesungguhnya yang Freeport dapat sebagai kontraktor di Timika. Bertriliun-trilyun royalti, pajak, dlsb yang kerap diumumkan perusahaan, plus ongkos gaji buruh dan karyawan, plus ongkos produksi, totalnya sebenarnya hanya “satu persen” dari keuntungan Freeport, kata sumber. “99%nya mereka yang makan sendiri,” katanya. (Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Konflik Agama dan Proyek Sponsor

Dalam sebuah laporan Detik.com dan koran ternama berbahasa Inggris di Jakarta menggunakan hasil “riset” Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) dalam pemberitaan seputar apa yang mereka sebut sebagai fenomena meningkatnya “konflik agama” di Indonesia.

PPIM adalah lembaga studi dan riset keagamaan tingkat lanjut di Institut Agama Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah. Mereka sering meriset naskah kuno, bikin jurnal, seminar ini itu. Tapi yang jadi pembicaraan adalah organisasi ini seperti tak pernah bosan bikin survei. Dan objeknya sepertinya melulu umat Islam dan Islam.

(Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Harga Konflik Papua, Seharga Kursi Presiden!

Anda bisa bilang ini bicara kosong orang yang berpikir konspiratif. “West Papua? The Road to Freedom” di East School of the Examination Schools, 75-81 High Street, Oxford, Inggris dan Kongres Papua Merdeka beberapa bulan lalu adalah adalah pesan ‘manis’ asing buat Indonesia. Mereka akan segera datang ke Jakarta dengan sebuah “minuman kaleng” baru. Jakarta mengutak-atik persoalan di Papua, berarti Jakarta mesti siap merelakan Papua menjadi Timor Leste. Satu persoalan yang pernah  diwanti-wantikan oleh AC Manulung –Tabloid Intelijen edisi dwi mingguan 21 mei 2008– ; ” Gerakan separatis Papua muncul sebagai gerakan konspirasi asing dan ini sesuai dengan grand strategy global AS” . (Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

“Vote”; Ketik REG “Anak Jalanan” Atau “Miskin Permanen”

Kelak, jika tender organisasi siluman itu berhasil dan menang, maka akan terjadi pergeseran nilai satwa dan kesenjangan sosial satwa-satwa Indonesia. Kemudian para satwa di Taman Safari mengadakan koalisi dan mencemooh Komodo yang baru saja dinobatkan sebagai pemenang kontes Miss Keajaiban Dunia 2011.

Bukankah disana, tepat di depan mata JK masih ada jutaan sebangsa manusia yang memakan sisa-sisa dan kadaluarsa, bahkan sampai ada bazar khusus yang menjual makanan sisa yang layak buat kuda, yang bisa jadi kelak jika omsetnya menjanjikan berharap JK yang mendirikan department store dengan nama menterang “Expired Store” saingan planet Alfamart.

Saya juga berdoa, kelak JK bersedia mengadakan “VOTE” ketik . . .spasi “anak jalanan” atau spasi “miskin permanen” kirim ke  . . . . Dan menanti harapan apakah senyum sumringah warga sebangsa akan sama saat merespon “derita” dan “perih” sang KOMODO saat ini?

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Gerakan “Occupy Wall Street” adalah Gerakan Revolusi

Karl Raymond Popper dan Francis Fukuyama pernah menyebutkan bahwa masyarakat Amerika saat ini adalah bentuk terakhir peradaban umat manusia. Menurut mereka berdua, masyarakat manapun yang hendak melanjutkan kemajuan, akan berakhir pada bentuk masyarakat Amerika saat ini, American Dream. Jika ada yang berharap manusia bisa mencapai sebuah peradaban yang lebih dari itu, ia seorang utopian. Tentu mereka berdua menjadi begitu tersohor dan ‘di-tersohor-kan’ karena tidak lepas dari rekayasa di balik layar. (Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Jarum Halus Infiltrasi (2); Kedutaan Amerika dan 17.000 Orang Antek Berbakat di Indonesia

Pengantar Redaksi: Tulisan berseri ini adalah upaya lanjutan Islam Times menggali khasanah WikiLeaks, ‘tambang emas’ kawat rahasia Kedutaan Amerika Serikat di website WikiLeaks. Mulai edisi ini, kami akan memotret keberadaan dan sepak terjang 17.000 orang kaki tangan Kedutaan Amerika di Indonesia, dari perwira menengah di kantor polisi di Banda Aceh hingga ke pejabat dan akvitis di pedalaman Papua.

(Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Fadel Terbuang, Marie Eka Pangestu Wanita Hebat

Drama reshuffle usai sudah. Dan hak progresif Presiden membuang sebagian menteri-menterinya yang mbalelo.

Kaum papa, petani, buruh, nelayan dan semua rakyat yang termiskinkan faham kalau Fadel Muhammad yang berani itu bertindak dengan gegabah menentang kehendak Bapak. Dia menentang karena Fadel Muhammad mau melayani kaum termiskinkan. Karena itu beliau layak bapak tendang. Tentu kami menangisi kepergian pahlawan itu. Dimata kami Fadel Muhammad adalah pelayan kaum tertindas!

Dan. . . .

Ini yang menambah sesak rongga dada kami, Marie Eka Pangestu! Untuk nama ini kami tidak bisa berkata apa-apa. Sebab dia seorang menteri yang tidak bisa berbuat apa-apa kecuali memberi senang bagi segelintir taipan kaya raya dan asing di negeri ini.

Tabik buat Marie  Eka Pangestu! Engkau wanita hebat!

JADILAH PENJILAT DI NEGERI INI!

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Tabik, Israel Menang; Satu Serdadu Berbanding 1.027 Tahanan

“I missed my family a lot,” Shalit a gaunt, his breathing difficult at times, said in an interview on Egyptian television, which was conducted before it is transferred to Israel. “I hope this agreement will promote peace between Israel and the Palestinians.” Demikian ucapan Gilad Shalid ketika pertama kali diwawancarai Nationalpost.

Di Palestina hari ini, bagi dunia adalah hari bersejarah. Dan setiap tanggal 18 Oktober 2011 nanti akan dikenang rakyat Palestina sebagai ‘Hari Pembebasan’. (Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Presiden Pun Menolak Jika Intelijen Negara Ini Kuat & Disegani!

Harapan kalangan intelijen agar Rancangan Undang-Undang Intelijen Negara lolos di Senayan, sudah lama terdengar seperti desah rindu seruling kembali ke dekapan rumpun bambu. Tapi situasi dalam lima bulan terakhir, khususnya sejak draft memasuki pembahasan serius di DPR per Maret 2011, memaksa mereka menggali lubang pertahanan yang dalam.

Banyaknya pihak yang ingin membunuh draft tersebut.

(Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Dia-yang-Namanya-Tak-Boleh-Disebut: Ted Osius

Pemilu masih tiga tahun lagi tapi hawa panasnya dalam beberapa pekan terakhir telah menelan korban yang paling tak terduga dalam sejarah Republik: Wakil Duta Besar Amerika Serikat di Jakarta, Ted Osius. Apa, kenapa dan bagaimananya adalah ‘ta’jil’ yang tak kalah sedapnya. Ini cerita ringkas tentang sebuah partai domino panas, dimainkan diam-diam oleh purnawirawan, politisi, ‘diplomat asing’, dan pers Jakarta, menjelang ‘kepulangan bersejarah’ seorang perempuan perkasa yang mengincar kursi Istana Negara dari ruangan kerjanya yang sejuk di markas besar World Bank di Washington, Amerika Serikat. (Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Jarum Halus Infiltrasi (1); Solo Laboratorium Spionase Kedutaan Amerika Serikat?

Spionase Amerika

Spionase Amerika

Pengantar Redaksi: Tulisan berseri ini adalah upaya lanjutan Islam Times menggali khasanah WikiLeaks, ‘tambang emas’ kawat rahasia Kedutaan Amerika Serikat yang muncul tanpa sensor di Internet sejak awal September. Di edisi ini, kami memotret ketertarikan misterius kedutaan atas Solo, kota kecil di Jawa Tengah, yang di hari-hari ini masih berduka lepas Teror Bom Gereja, 25 September 2011.

Semua orang suka pada pihak yang menang dan begitu pula Kedutaan Amerika Serikat pada Joko “Jokowi” Widodo, walikota Solo yang berhasil mengangkat martabat wilayahnya dengan dedikasi, kemandirian, dan kebersahajaan yang langka, dan sebab itu dia lalu jadi buah bibir orang banyak. Tapi pemeriksaan Islam Times atas gulungan telegram di WikiLeaks menunjukkan kalau ketertarikan diplomat Amerika pada Jokowi dan Solo lebih dari sekadar urusan batik, pasar, dan wayang, seperti yang kerap diungkap para diplomat dan oleh media yang rajin mengutip mereka. Inilah kisah sebuah kota yang, di tangan Kedutaan Amerika, seolah menjelma menjadi sebuah laboratorium besar spionase. Inilah kisah jarum halus infiltrasi berselimut “penguatan hubungan”, “dukungan demokrasi” dan “asistensi perang melawan teror”.

(Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Telegram dari Setan Besar (Tamat); Sangkur Besar

Pengantar Redaksi: Ini tulisan ketiga sekaligus yang terakhir dari Islam Times sekaitan kawat diplomat Amerika Serikat yang jatuh ke tangan pengelola website WikiLeaks. Bahannya merujuk pada 3.000 lebih telegram yang bersumber dari Kedutaan Amerika di Jakarta – muncul tanpa sensor pertama kali di WikiLeaks pada awal September dan hingga kini, secara misterius, tak tersentuh oleh hampir semua media di Jakarta. Inilah kisah yang tak ingin didengar kalangan diplomat Amerika dan semua informan mereka. Sebuah cerita tentang tusukan infiltrasi yang sistematis dan perihnya nasib republik yang takluk di kaki Kedutaan Amerika. (Continued)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google